Senin, 09 Januari 2012

Perkembangan Sistem Informasi Di Indonesia

Menurut Wikipedia arti dari system informasi adalah adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data.

Sedangkan definisi lainnya adalah:
1. Sistem Informasi adalah sekumpulan komponen dari informasi yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Komponen yang dimaksud adalah komponen input, model, output, teknologi, basis data (data base), kontrol atau komponen pengendali.
2. Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan .
3. Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
4. Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
5. Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.



PERKEMBANGAN SISTEM INFORMASI MENUJU TERBENTUKNYA MASYARAKAT INFORMASI





SISTEM INFORMASI
Ketika kami memperhatikan bagaimana pegawai-pegawai administrasi di kantor kami menyusun surat-surat rutin yang secara reguler dikirim, kami baru menyadari bahwa walau pun surat-surat itu diketik dengan peralatan canggih berupa komputer, tapi sesungguhnya sistem informasi yang digunakan masih merupakan sistem informasi berbasis manual. Kami melihat bahwa ketika akan dibuat surat yang sama, maka yang dilakukan adalah meng-copy surat yang lama, kemudian mem-paste-nya pada halaman berikutnya, mengganti nomer, tanggal dan beberapa point informasi yang berubah. Dengan demikian, ketika dalam seminggu misalnya ada 20 surat yang sama harus dikirimkan, yang dibuat oleh pegawai kami adalah satu file surat berisi 20 halaman, masing-masing halaman berisi surat yang sama persis, hanya nomer, tanggal dan beberapa informasi saja yang berbeda.
Melihat kenyataan di atas, kami menyadari bahwa bagi kebanyakan kita, komputer baru berfungsi sebagai mesin ketik yang lebih canggih, yang tidak memerlukan tenaga dalam menekan tuts-tuts keyboard-nya, tidak memerlukan kertas karbon untuk membuat rangkapannya dan tidak memerlukan tip-ex untuk menghapus kesalahan.

SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Sebagai suatu mesin pengolah data, komputer merupakan alat bantu yang tepat bila ada pekerjaan yang dilakukan secara berulang, yang tentunya akan membosankan bila dilakukan oleh manusia. Di kantor kami misalnya, menyusun surat pengantar bagi mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek adalah salah satu pekerjaan rutin yang selalu berulang. Dalam surat pengantar itu, yang berubah hanya nomer surat, tanggal, nama dan nomer stambuk mahasiswa yang akan melaksanakan Kerja Praktek serta nama dan alamat perusahaan tujuan Kerja Praktek tersebut. Tentu saja akan menghabiskan waktu dan sangat membosankan bila surat seperti itu setiap kali harus diketik ulang. Demikian juga, pada hakekatnya sama saja dengan mengetik ulang sebenarnya jika surat tersebut setiap kali harus di-copy dan di-paste ke halaman baru. Jika sistem informasinya sudah benar-benar berbasis komputer, maka yang perlu diketik masuk hanya nomer stambuk mahasiswa dan nama perusahaan tujuan Kerja Praktek saja. Nomer surat, tanggal, nama mahasiswa dan surat itu sendiri mestinya secara otomatis tinggal dicetak keluar setelah nomer stambuk mahasiswa dan nama perusahaan tujuan Kerja Praktek diketik masuk dengan menggunakan satu form tertentu. Bukan itu saja, suatu sistem informasi yang benar-benar berbasis komputer mestinya bisa secara otomatis dapat mengeluarkan daftar surat pengantar Kerja Praktek yang sudah dikeluarkan, baik berdasarkan urutan nomer surat dan tanggal, atau berdasarkan nomer stambuk mahasiswa, misalnya.


SISTEM INFORMASI BERBASIS JARINGAN KOMPUTER
Ketika kita melihat printer-printer di kantor mulai “berjalan-jalan” (maksudnya dipindah-pindahkan) dari satu komputer ke komputer lainnya, atau ketika diskette-diskette mulai sering keluar-masuk drive A komputer yang satu dan yang lain untuk memindah-mindahkan file-file, maka inilah sebagian dari tanda-tanda ada gejala kita perlu meningkatkan sistem informasi yang berbasis komputer menjadi sistem informasi berbasis jaringan komputer. Gejala lain adalah ketika mulai ada pegawai yang antri menunggu untuk menggunakan suatu komputer - sementara komputer lainnya menganggur tidak dipakai - dengan alasan file-file yang diperlukan atau perangkat lunak yang akan digunakan hanya ada di satu komputer dan tidak tersedia di komputer lainnya. Satu-satunya jalan keluar adalah membangun jaringan komputer sehingga dapat dilakukan penggunaan sumber-daya secara bersama atau “resource sharing”. Memang prinsip dasar dari pembangunan jaringan komputer adalah “resource sharing” ini, sehingga peralatan accessories seperti printer, modem, scanner dan lain-lain, juga file-file, database serta berbagai fasilitas perangkat lunak dapat dimanfaatkan secara bersama dari beberapa komputer yang berfungsi sebagai terminal atau work-station. Kebutuhan akan jaringan juga akan terasa ketika data yang semestinya semacam mulai terlihat beragam. Bank yang baik harus menggunakan sistem jaringan komputer, sebab tidak bisa saldo rekening nasabah misalnya ditampilkan berbeda di satu kantor cabang dengan kantor cabang yang lain, atau dari satu mesin ATM dengan mesin ATM yang lain. Demikian juga maskapai penerbangan yang baik mestinya menerapkan sistem jaringan dalam komputerasi data penumpang. Tidak boleh terjadi perbedaan daftar penumpang yang ada di kantor cabang dengan daftar penumpang yang ada di counter-nya di Bandara. Daftar mahasiswa peserta kuliah di sebuah perguruan tinggi, apalagi daftar nilai misalnya, tidak boleh lain di Jurusan, lain di Fakultas dan lain lagi di Biro Akademik di Universitas, seperti yang terjadi di tempat kami bekerja, akibat belum diterapkannya sistem jaringan komputer secara penuh.

Sumber referensi : http://teguh-melodic.blogspot.com/2010/09/perkembangan-sistem-informasi-di.html

Asal Mula Bahasa Indonesia

Asal Mula Bahasa Indonesia dari segi bahasa yang digunakan

Bahasa Indonesia adalah Bahasa Melayu, sebuah Bahasa Austronesia yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.
Bentuk yang lebih resmi, disebut Melayu Tinggi, pada masa lalu digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif Bahasa Melayu Pasar.
Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan Bahasa Melayu Tinggi, di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam Bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi Bahasa Melayu Pasar sudah telanjur diambil oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia.
Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca (bahasa pergaulan), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Biasanya masih digunakan bahasa daerah (yang jumlahnya bisa sampai sebanyak 360).
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.
Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut:
1. Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.
2. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
3. Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, atau Maluku, atau Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
4. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.
Dengan memilih Bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu lagi seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan.
Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandardisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.
Perkembangan Bahasa Indonesia berdasarkan peristiwa-peristiwa penting
Perinciannya sebagai berikut:
1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi Bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan ia dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
2. Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
4. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
5. Pada tarikh 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
6. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tarikh 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
Sumber referensi : http://wyoeholic.wordpress.com/2009/10/18/perkembangan-bahasa-indonesia/

Dialek dan Ragam Bahasa

Pada keadaannya bahasa Indonesia menumbuhkan banyak varian yaitu varian menurut pemakai yang disebut sebagai dialek dan varian menurut pemakaian yang disebut sebagai ragam bahasa.

Dialek dibedakan atas hal ihwal berikut:

Dialek regional, yaitu rupa-rupa bahasa yang digunakan di daerah tertentu sehingga ia membedakan bahasa yang digunakan di suatu daerah dengan bahasa yang digunakan di daerah yang lain meski mereka berasal dari eka bahasa. Oleh karena itu, dikenallah bahasa Melayu dialek Ambon, dialek Jakarta (Betawi), atau bahasa Melayu dialek Medan.
Dialek sosial, yaitu dialek yang digunakan oleh kelompok masyarakat tertentu atau yang menandai tingkat masyarakat tertentu. Contohnya dialek wanita dan dialek remaja.
Dialek temporal, yaitu dialek yang digunakan pada kurun waktu tertentu. Contohnya dialek Melayu zaman Sriwijaya dan dialek Melayu zaman Abdullah.
Idiolek, yaitu keseluruhan ciri bahasa seseorang. Sekalipun kita semua berbahasa Indonesia, kita masing-masing memiliki ciri-ciri khas pribadi dalam pelafalan, tata bahasa, atau pilihan dan kekayaan kata.

Ragam bahasa dalam bahasa Indonesia berjumlah sangat banyak dan tidak terhad. Maka itu, ia dibagi atas dasar pokok pembicaraan, perantara pembicaraan, dan hubungan antarpembicara.

Ragam bahasa menurut pokok pembicaraan meliputi:

ragam undang-undang
ragam jurnalistik
ragam ilmiah
ragam sastra

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara dibagi atas:

ragam lisan, terdiri dari:
ragam percakapan
ragam pidato
ragam kuliah
ragam panggung
ragam tulis, terdiri dari:
ragam teknis
ragam undang-undang
ragam catatan
ragam surat-menyurat

Dalam kenyataannya, bahasa baku tidak dapat digunakan untuk segala keperluan, tetapi hanya untuk:

komunikasi resmi
wacana teknis
pembicaraan di depan khalayak ramai
pembicaraan dengan orang yang dihormati

Selain keempat penggunaan tersebut, dipakailah ragam bukan baku.

Sumber referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia

Cara Membuat Makalah

Cara Membuat Makalah memang bisa terbilang sulit, tapi itu dulu, dengan kemajuan zaman saat ini segalah sesuatu yang kita cari sudah mulai mudah termasuk contoh makalah dan cara membuat makalah tersebut. Cara membuat makalah dengan mudah anda bisa langsung ke Internet karna segala sesuatu yang anda cari sudah pasti ada, tinggal mengetik apa yang anda cari.

Cara membuat makalah tentu bisa anda buat dengan mudah di internet, karna di internet cara membuat makalah pasti sangat lengkap untuk anda contoh. Atau yang lebih mudah lagi anda juga bisa langsung lihat dibawah, karna dibawah juga telah saya posting tentang cara membuat makalah yang benar dan tepat. yang mungkin salah satu anda cari. Mungkin adanya contoh makalah yang saya sediakan juga berguna buat anda.

Pendahuluan.
- Isi.
- Kesimpulan.

Petanyaannya, bagaimana kalau di syaratkan untuk menulis makalah lebih detail? Beberapa bagian dari BAB inti ini bisa kita kembangkan menjadi lebih detail seperti berikut ini:

1. Pendahuluan

Pendahuluan ini dapat di bagi menjadi beberapa sub, contohnya:

1. Logo dan judul penulisan. Biasanya hanya berupa logo dan judul makalah.
2. Kata Pengantar. Tidak mutlak terkecuali ada beberapa orang yang meminta penulisan sub ini.
3. Latar belakang Masalah. Akan sangat baik hasilnya dan mudah di mengerti oleh orang lain apabila anda menulis latar belakang masalah. Misalnya anda menulis makalah tentang pengaruh kebiasaan merokok, maka latar belakang ini bisa di isi dengan alasan kenapa anda menulis makalah tersebut.
4. Rumusan Masalah. Sub ini hampir sama dengan latar belakang masalah, bedanya pada sub ini sebaiknya di isi dengan alasan penulisan makalah dan solusi apa yang akan anda berikan. Kalau bisa di tambahkan juga batasan agar tinjauan pustaka tidak melebar kemana-mana dan hanya fokus pada bagian tertentu.
5. Tujuan Penulisan. Seperti judulnya cukup tuliskan tujuan penulisan makalah. Contohnya untuk tugas dan lain sebagainya.

2. Isi
Ketika masuk pada isi kita dapat membagi BAB ini menjadi beberapa sub, contohnya:
1. Tinjauan Pustaka. Pada penulisan makalah biasanya bagian ini yang paling sering banyak orang kesulitan. Sebenarnya mudah saja anda harus membuat batasan terlebih dahulu di rumusan masalah agar tinjauan pustaka yang anda sajikan tidak melebar dan memenuhi syarat makalah.
2. Data. Bagian ini biasanya optional kalaupun ada sebaiknya di masukkan karena data ini bisa mendukung kebenaran penulisan makalah anda.

3. Kesimpulan

Setelah isi makalah terpenuhi saatnya kita membuat kesimpulan yang masih bisa lagi di bagi menjadi beberapa sub, contohnya:

1. Metodologi Penelitian. Pada sub ini anda harus menuliskan metodologi penelitian. Bahasa mudahnya metodologi penelitian adalah metode/cara yang anda gunakan untuk mengumpulkan informasi/data yang anda masukkan kedalam makalah anda. Ada beberapa jenis metodologi contohnya: Historis, Deskriptif, Perkembangan, Kasus dan penelitian lapangan, Korelasional, Ekperimental, Tindakan, dan lain-lain.
2. Pembahasan. Sub ini biasanya optional, berbeda kalau anda merasa perlu atau terpaksa menulis tentang pembahasan (biasanya tugas kuliah).
3. Kesimpulan. Cukup tuliskan kesimpulan dari makalah yang anda tulis.
4. Kritik dan Saran. Pada sub ini anda harus menulis kritik dan saran, selain kedua hal itu anda bisa menuliskan solusi/cara penyelesaian yang terbaik menurut anda.
5. Daftar Pustaka. Tuliskan semua sumber penulisan anda disini (seperti credit/copyright).
6. Lembar Pengesahan. Optional, biasanya tidak di perlukan.

Sumber referensi : http://jadusarae.blogspot.com/2011/07/cara-membuat-makalah-format-penulisan.html

Pengertian Sistem Informasi

 Menurut John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar Susanto, menyatakan bahwa Sistem Informasi adalah :
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
 Menurut Henry Lucas (1988:35) yang diterjemahkan oleh Jugianto H.M, menyatakan bahwa sistem Informasi adalah :
Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
 Menurut John F.Nash dan Martil B.Robert (1988:35) yang diterjemahkan oleh Jugianto H.M, menyatakan bahwa :
Sistem Informasi adalah kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi pentingm, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal.

Dari ketiga pengertian sitem informasi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen, operasi perusahaan dari hari ke hari dan informasi yang layak untuk pihak luar perusahaan. Selain itu pengertian sistem informasi menurut Rommey (1997:16) yang dialihbahasakan oleh Krismiaji (2002; 12) adalah sebagai berikut :
Sistem Informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulakn, memasukkan, mengolah, dan menyimpan data dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tujuan Sistem Informasi :
1. Menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan manajemen
2. Membantu petugas didalam melaksanakan operasi perusahaan dari hari ke hari
3. Menyediakan info
Sumber referensi : http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/2009/05/52-pengertian-sistem-informasi.pdf

Sabtu, 10 Desember 2011

TUGAS MAKALAH

MAKALAH BAHASA INDONESIA
TEKNOLOGI 4G




Nama Kelompok :
1. Cony Maulina (11109316)
2. Elis Synthia (13109744)
3. Kiki Rukiyah (12109421)
4. Marina Miranti (14109262)
5. Raesita (15109441)
6. Risa Rosdianawati (11109387)

Kelas : 3KA10



UNIVERSITAS GUNADARMA
2011



KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “TEKNOLOGI 4G”, yang mana makalah ini disususn bertujuan untuk memenuhi tugas Arsitektur dan Organisasi Komputer dalam menempuh pendidikan di Sekolah Teknologi Ilmu Management Informatika dan Komputer Asia Malang.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbtasan dalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.
Demikian makalah ini penulis susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesarbesarnya.




Depok, 9 Desember 2011


Penulis



DAFTAR ISI



Cover…………………………………………………………………………... i
Kata Pengantar ...................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN..................................................................................... 2
2.1. Artikel…………............................................................................................. 2
2.2. Pendapat para ahli........................................................................................... 3
2.3. Kelebihan dan kekurangan............................................................................. 5
2.3.1. Kelebihan........................................................................................ 5
2.3.2. Kekurangan……............................................................................. 5

BAB III PENUTUP............................................................................................. 6
3.1. Kesimpulan……………………………………………………….. 6
3.2. Saran……………………………………………………………… 6
Daftar Pustaka………………………………………………………………… 7




BAB I
PENDAHULUAN

Pekembangan teknologi saat ini bagitu cepat, salah satunya adalah munculnya Teknologi 4G yang merupakan perangkat teknologi komunikasi mobile yang sebentar lagi akan berkompetisi dengan teknologi 3G. Ciri teknologi ini yaitu seluruh jaringannya akan berbasis IP .
Dewasa ini perkembangan teknologi semakin berkembang dan masih akan terus berkembang tanpa batas. Kita sebagai manusia hanya bisa mengikutin perkembangan teknologi yang akan terus terjadi di masa yang akan datang, dan mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan teknologi.
Mungkin masih banyak teknologi yang sudah berkembang saat ini. Tapi kami selaku penulis akan mencoba membahas tentang teknologi 4G, agar kita mengetahui apa keunggulan dari teknologi ini di banding dengan teknologi lainnya.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. ARTIKEL
TEKNOLOGI 4G
Teknologi 4G | Perangkat teknologi komunikasi mobile yang sedang trend saat ini adalah teknologi 3G. namun tahukahanda, bahwa teknologi ini sebentar lagi harus berkompetisi dengan teknologi 4G.

Salah satu ciri khasi teknologi 4G ini adalah seluruh jaringan sudah akanberbasis IP. Teknologi yang dipakai adalah teknologi internet teleponmenggunakan Session Initiation Protocol (SIP). Teknologi SIP ini dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). SIPmenjadi standar yang ‘open’ sehingga semua SDM di seluruh dunia dapat mengambil‘source code’, dan mengimplementasikannya secara langsung secara gratis. Contoh yang nyata dari implementasi sentral telepon 4G ini adalah VoIP Rakyat.

Bila teknologi ini telah diimplementasikan, maka bukan ponsel-ponsel berbasisGSM dengan fitur 3G yang akan populer. Namun penggunaan laptop-laptop yangtelah dilengkapi wi-fi dan softphone (skype, x-lite, dan sjphone) akan lebihoptimal. Bagi pengguna PDA yang sudah dilengkapi wi-fi, PDA dapat digunakansebagai Pre-4G phone. Softphone yang bisa digunakan untuk PDA jenis ini adalahsjphone untuk PPC. IPAQ versi 69 sudah dapat digunakan untuk keperluan pre-4Gini.

Perangkat-perangkat mobile lain yang mendukung Push-To-Talk dan SIP dapat jugadigunakan untuk keperluan berkomunikasi dengan teknologi Pre-4G ini. Selain berbasis IP, teknologi 4G ini memiliki ciri khas bahwa ponsel ini masihakan berfungsi dengan baik bila penggunannya berkomunikasi dengan menggunakanpiranti 4G di dalam kendaraan dengan kecepatan 150 Km/jam dengan kecepatantransfer mencapai 54 Mbps.

Wimax (IEEE802.16e) adalah teknologi wireless yang akan sangat menunjangpenggunaan teknologi 4G ini. Dengan cakupannya yang luas, Wimax memungkinkanperangkat dibawa dalam keadaan bergerak dengan kecepatan 150-200 km/jam sambilmelakukan transfer data dengan kecepatan 54 Mbps.

Dengan bebasnya frekuensi 2.4GHz yang juga merupakan cakupan operasi wimax,aktivitas operasional Wimax akan menjadi sangat murah. Dengan perangkattersebut, teknologi 3G akan tertinggal. Sehingga kita tidak perlu lagi tergiuriklan 3G. Yang pasti, hal yang perlu kita lakukan adalah mengkonsentrasikandiri pada teknologi 4G yang jelas-jelas opensource. Sehingga bangsa kitaterlepas dari jajahan.

2.2. Pendapat Para Ahli Tentang Teknologi komunikasi:

Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain) untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan.
Jacques Ellul (1967) Suatu teknologi biasanya mempunyai dua aspek yaitu aspek hardware (terdiri dari material atau objek fisik) dan aspek software ).
Gary J. Anglin (1991) mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
Yusufhadi Miarso (2004) .mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan masalah (Yusufhadi Miarso, 2004).
Rogers (1986) Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan keras, struktur organisasi,dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan, memperoses terjadinya pertukaran informasi dengan individu lain.
Robert I. Mathis dan Jhon H. Jackson (2004) Perkembangan dan evolusi telekomunikasi dan teknologi yang membantu pengiriman informasi yang cepat. Teknologi komunikasi seperti satelit telah menghadirkan televisi dan layanan telepon nirkabel ke desa-desa terpencil di Afrika, India, China, dan Amerika Latin. Pertumbuhan pengunaan internet di seluruh dunia telah menjadikan orang-orang dan perusahaan-perusahan dapat dengan mudah berkomunikasi dan memiliki akses data dalam jumlah yang sangat besar.
Eric Deeson (1991) Kebutuhan manusia di dalam mengambil dan memindahkan, mengolah dan memproses informasi dalam kontek sisial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkann secara individual dan masyarakat secara lebih khusus.
Jaques Ellul (1967) Keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki cara efiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.
Iskandar Alisyahbana (1980) cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca indera, dan otak manusia.
Ely (1982) Teknologi mencakup sistem-sistem komunikasi satelit, kabel interaktif dua arah, komputer dan vidio disk serta vidio cassete.
Richard Weiner (1996) Pemerosesan, pengelolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan telekomunikasi.


2.3. Kelebihan dan Kekurangan dari artikel yang berjudul Teknologi 4G
2.3.1. Kelebihannya adalah :

Artikelnya menambah wawasan.
Artikelnya tersusun dengan rapi.
Artikelnya menarik dan mudah dimengerti.

2.3.2. Kelemahannya adalah :

Ada pemilihan kata yang tidak sesuai.
Ada beberapa kesalahan pada penulisan, seperti :

1. Kurangnya tanda spasi pada kalimat.
2. Kata-kata asing seharusnya di cetak miring.
3. Pemberian kutip tunggal (‘) pada suatu kata yang dianggap penting seharusnya menggunakan kutip dua (“).
4. Session Initiation Protocol (SIP) seharusnya ditulis miring menjadi Session Initiation Protocol (SIP).
5. Terdapat kalimat yang tidak menggunakan huruf kapital setelah tanda titik.
6. Adanya pemborosan kata.
7. Memberi spasi antara kata yang dihubungkan dengan tanda garis miring (/).
8. Memberi tanda spasi setelah kata yang diberi tanda koma (,).



BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Teknologi berkembang dengan pesat. Kemajuannya sesungguhnya tergantung pada manusia itu sendiri. Seandainya manusia enggan untuk mengembangkan teknologi, tak mungkin ada kemajuan teknologi. Dengan demikian, kesempatan untuk memperoleh kemudahan dan kesejahteraan yang dapat dicapai dengan bantuan teknologi, yang dimanfaatkan dengan cara yang benar.
Seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat terjadinya komunikasi dan mampu mempererat hubungan manusia dari berbagai belahan dunia dengan menggunakan perangkat keras seperti.

3.2. Saran
1. Pada artikel ini terdapat beberapa kata yang menggunakan bahasa asing. seharusnya kata dari bahasa asing dicetak miring. Dalam penulisan diusahakan menggunakan bahasa Indonesia, jika tidak ditemukan kata yang susai kita boleh menggunakan kata-kata dari bahasa asing tapi jangan lupa dicetak miring pada kata tersebut atau memberi garis bawah jika kita menggunakan mesin tik.
2. Lebih teliti lagi dalam pemilihan kata-kata agar pembaca dapat lebih mudah mengerti isi dari artikel yang dibuat dan lebih teliti dalam penggunaan tanda hubung.



DAFTAR PUSTAKA


infokomputer, Onno W. Purbo
http://firanandhita.blogspot.com/2010/03/pendapat-para-ahli-terhadap.html

Sabtu, 15 Oktober 2011

Analisa Artikel

Berikut ini adalah artikel yang kami analisa.

Kelebihan dan Kekurangan dari artikel yang berjudul manajemen system informasi pendidikan.
Kelebihannya adalah :
• Artikelnya menambah wawasan.
• Artikelnya tersusun dengan rapi.
• Artikelnya menarik dan mudah dimengerti.
Kelemahannya adalah :
• Ada pemilihan kata yang tidak seuai.
• Ada beberapa kesalahan pada penulisan, seperti :
1. Ketrampilan seharusnya ditulis keterampilan.
2. Di dapat seharusnya ditulis tanpa spasi menjadi didapat.
3. Sedang bentuk, seharusnya ditulis menjadi sedangkan bentuk.
4. Di ambil seharusnya ditulis tanpa spasi menjadi diambil.
5. Standarisasi seharusnya ditulis standardisasi.
6. Salah satu kalimanya ada yang tidak menggunakan huruf kapital setelah tanda titik.
7. Menggunakan garis miring pada kata Madsarah Ibtidaiyah, Madrasah tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
8. Memberi spasi antara kata yang dihubungkan dengan tanda garis miring (/).
9. Tidak menggunakan garis miring pada kata yang berasal dari bahasa asing yaitu networking, link, net dan server.
10. Kurang tanda koma(,) sebelum Atmosudirdjo (1986:158) pada kalimat “Manajemen yang secara umum artinya pengendalian dan pemanfaatan semua faktor dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai atau menyelesaikan suatu prapta (objective) atau tujuan-tujuan tertentu Atmosudirdjo (1986:158)“, hal ini membuat pembaca bingung karena tidak ada pemisahnya.
11. Pada kalimat “Menurut UU No. 20 tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”, tidak jelas apa yang dijelaskan, seharusnya setelah UU No.20 tahun 2003 ditulis apa yang akan dijelaskan.
12. Ada beberapa kata yang menggunakan huruf kapital di tengah kalimat.
Saran dari kami
1. Pada artikel ini terdapat beberapa kata yang menggunakan bahasa asing. Sebagian tidak diberi garis miring, seharusnya kata dari bahasa asing diberi garis miring. Dalam penulisan diusahakan menggunakan bahasa Indonesia, jika tidak ditemukan kata yang susai kita boleh menggunakan kata-kata dari bahasa asing tapi jangan lupa menggunakan garis miring pada kata tersebut atau member garis bawah jika kita menggunakan mesin tik.
2. Lebih teliti lagi dalam pemilihan kata-kata agar pembaca dapat lebih mudah mengerti isi dari artikel yang dibuat dan lebih teliti dalam penggunaan tanda hubung.

Sekian analisa dari kelompok kami, Jika ada kata yang menyinggung kami mohon maaf. Terima kasih.